Blog

Di dalam blog ini tersedia pengumuman dan informasi terbaru.

Melangkah Menuju Tahap Baru 1987 - Kongres Gereja Protestan Jerman di Frankfurt

- Deutsch -


Kita terus berjalan – bukan karena langkah ini mudah, tetapi karena kita ingin membangun masa depan jemaat yang dapat berjalan dengan baik dalam keadaan yang berubah.

– Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, menuju perpindahan ke Lutherkirche

Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main memasuki satu tahap baru pada tahun 2026. Setelah bertahun-tahun berada di pusat kota Frankfurt, di sekitar Römerberg, Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie, pusat kegiatan rutin jemaat kita akan berpindah ke Lutherkirche di Frankfurt Nordend.

Langkah ini bukan berarti kita dengan bebas meninggalkan sejarah kita di Römerberg. Ini adalah jawaban terhadap perubahan keadaan: perubahan ruangan, bangunan, dan struktur gereja. Kirchenvorstand kita telah membicarakan dan mempertimbangkan langkah ini dengan sungguh-sungguh. Dari proses itu menjadi jelas: jemaat kita tidak meninggalkan sejarahnya, tetapi mencari jalan yang dapat dipercaya untuk masa depan.

Kita juga ingin menjelaskan langkah ini dengan terbuka. Kita memahami bahwa EKHN dan Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach menghadapi banyak tantangan dalam proses EKHN 2030. Kita mengerti bahwa gedung, ruangan, dan struktur gereja harus diatur kembali. Tetapi kita juga mengalami bahwa jemaat internasional dan kebutuhan khususnya tidak cukup diperhatikan sejak awal dan tidak cukup dilibatkan pada waktu yang tepat.


Tempat-tempat yang telah membentuk kita

Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen

Alte Nikolaikirche di Römerberg, ruangan-ruangan di sekitar Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, dan Evangelische Akademie tidak pernah hanya menjadi tempat fungsional bagi jemaat kita. Tempat-tempat ini menjadi bagian dari identitas rohani, ekumenis, dan persekutuan kita.

Hubungan panjang dengan St. Paulsgemeinde sangat membentuk jemaat kita. Selama bertahun-tahun kita dapat menghidupkan ruangan bersama, membuka perjumpaan, dan ikut memberi kehidupan gerejawi di pusat kota Frankfurt. Dari situ tumbuh bukan hanya pemakaian ruangan, tetapi kehidupan bertetangga yang nyata.

Kita sudah pernah menulis sejarah jemaat kita secara lebih lengkap dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ . Karena itu, artikel ini tidak ingin mengulang semua sejarah secara rinci. Artikel ini lebih ingin menjelaskan: Mengapa kita perlu pindah? Apa yang kita bawa dari sejarah kita? Apa yang kita tinggalkan? Dan bagaimana kita ingin melanjutkan kehidupan jemaat dalam keadaan yang baru?

Sejarah ini tetap penting bagi kita. Sejarah ini menunjukkan bahwa jemaat internasional bukan hanya memakai ruangan gereja. Jemaat internasional juga ikut membentuk kehidupan gereja. Mereka membawa bahasa, budaya, iman, pengalaman ekumenis, dan perspektif internasional ke dalam gereja.


Mengapa perlu ada pengaturan baru

Räumlichkeiten im Bereich der Saalgasse

Salah satu alasan penting adalah rencana berakhirnya pemakaian dan pembongkaran ruangan yang selama ini dipakai di sekitar Saalgasse. Di sana ada ruangan penting untuk kantor jemaat, persiapan, perlengkapan, penyimpanan, dan pekerjaan organisasi. Di masa depan, pemakaian seperti dulu tidak lagi dapat dijamin.

Selain itu, dalam proses konsep gedung Nachbarschaftsräume dan pembagian A-, B- dan C-Flächen, muncul keadaan baru. Walaupun jemaat kita sebagai Personalgemeinde internasional tidak masuk ke struktur Nachbarschaftsraum seperti gereja parokial biasa, proses itu tetap berdampak langsung pada kebutuhan ruangan kita.

Kirchenvorstand melihat bahwa jemaat kita terlambat dilibatkan dalam keputusan dan proses sebelumnya. Yang terasa berat adalah bahwa perubahan di sekitar Saalgasse dan juga masa depan pemakaian yang selama ini dapat dipercaya di Hinter dem Lämmchen sudah berjalan jauh, sebelum bersama jemaat kita dicari solusi yang cukup sesuai.

Hal ini menimbulkan rasa kecewa dan tidak puas. Bukan karena kita menolak perubahan, tetapi karena jemaat internasional sering tidak cocok dengan pola perencanaan yang biasa. Jemaat seperti kita mungkin mempunyai jumlah anggota formal yang lebih sedikit dibandingkan banyak gereja parokial, tetapi pada hari Minggu dan dalam kegiatan khusus kita menjangkau banyak orang dari seluruh Rhein-Main dan bahkan lebih jauh.


Jemaat internasional perlu dilihat dengan cara yang berbeda

Dalam jemaat internasional, banyak kehidupan jemaat terkumpul pada hari Minggu. Ibadah adalah pusat rohani, tetapi tidak selesai begitu saja setelah berkat penutup. Pesan teologis dari khotbah dibawa ke dalam Gemeindetreff setelah ibadah. Di sana orang berbicara, makan bersama, bertanya, menolong, menerjemahkan, menjelaskan, menguatkan, memberi nasihat, dan hidup sebagai persekutuan.

Orang datang ke ibadah dan Gemeindetreff bukan hanya dari satu lingkungan kota. Mereka datang dari Frankfurt, Mainz, Hanau, Fulda, Lampertheim dan banyak tempat lain di wilayah Rhein-Main. Di sana bertemu generasi pertama, kedua dan ketiga, keluarga, anak muda, mahasiswa, tenaga kerja baru dari Indonesia, dan orang-orang yang merasa dekat dengan jemaat kita.

Karena itu, jemaat internasional tidak dapat hanya dinilai dengan ukuran yang sama seperti gereja parokial. Jika perencanaan terlalu kuat bergantung pada jumlah anggota formal, batas wilayah gereja, atau logika ruangan klasik, jemaat internasional mudah tertekan. Kehadiran nyata, pemakaian yang tinggi, arti budaya dan pastoral, serta fungsi sebagai jembatan antara asal-usul dan kehidupan baru perlu diperhatikan secara khusus.

Sampai sekarang, aturan khusus yang tidak dipikirkan sejak awal masih banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tetapi pengalaman ini juga menunjukkan bahwa gereja yang beragam membutuhkan struktur yang sungguh melihat bentuk jemaat internasional dan jemaat dengan pengalaman migrasi.


Lutherkirche sebagai pusat rutin yang baru

Lutherkirche im Frankfurter Nordend

Setelah banyak pertimbangan, Kirchenvorstand melihat Lutherkirche sebagai solusi yang saat ini paling tepat dan paling dapat dipertanggungjawabkan untuk masa depan ruangan jemaat. Lutherkirche memberi kemungkinan untuk mengumpulkan bagian penting dari kehidupan jemaat di satu tempat: ibadah, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, serta ruangan pendukung yang diperlukan.

Dengan demikian, jemaat mendapat dasar yang lebih dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang. Jemaat tidak perlu lagi terlalu banyak berpindah atau berimprovisasi di beberapa tempat. Jalan, kesepakatan, dan tanggung jawab dapat menjadi lebih jelas. Ini penting karena kehidupan jemaat kita sangat bergantung pada hari Minggu yang terencana dengan baik.

Perpindahan ke Lutherkirche juga dibicarakan dalam hubungan dengan pertanyaan bagaimana ruangan gereja dapat tetap berada dalam pemakaian gerejawi. Dengan pemakaian C-Flächen di Lutherkirche, kebutuhan ruangan jemaat kita terhubung dengan tanggung jawab bersama. Kita ikut memberi kontribusi kepada Solidargemeinschaft Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach dan kepada kelanjutan pemakaian gerejawi di Lutherkirche.

Dalam waktu yang cukup singkat, kita kembali berhasil menemukan solusi yang tidak hanya membantu jemaat kita, tetapi juga mendukung tanggung jawab bersama atas ruang-ruang gereja. Ini penting bagi kita: kita bukan kasus khusus di luar gereja, tetapi bagian dari tanggung jawab gereja bersama.


Yang tetap ada: Alte Nikolaikirche dan Evangelische Akademie

Alte Nikolaikirche am Römerberg

Alte Nikolaikirche dan Römerberg tetap mempunyai arti rohani, sejarah, dan ekumenis yang sangat penting bagi jemaat kita. Tempat ini menjadi tanda kehadiran jemaat evangelis internasional di pusat kota Frankfurt selama bertahun-tahun. Banyak orang menghubungkan tempat ini dengan ibadah, perayaan, perjumpaan, kenangan pribadi, dan rasa bahwa jemaat Indonesia terlihat di tengah kota.

Karena itu, perpindahan ke Lutherkirche bukan berarti hubungan dengan Römerberg selesai. Yang berubah adalah pusat kegiatan rutin jemaat. Keadaan ruangan sebelumnya, terutama di sekitar Saalgasse dan Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, semakin sulit direncanakan dengan pasti. Dengan Lutherkirche, jemaat mendapatkan pusat baru untuk ibadah, kegiatan jemaat, perjumpaan, kantor jemaat, dan kebutuhan praktis lainnya.

Pada saat yang sama, bagi kita tetap penting bahwa hubungan rohani dan ekumenis dengan pusat kota Frankfurt tetap terlihat. Alte Nikolaikirche mengingatkan kita bahwa jemaat kita tidak hanya pernah memakai sebuah ruangan, tetapi juga ikut menghidupkan kehidupan gereja di Römerberg selama bertahun-tahun.

Evangelische Akademie Frankfurt

Evangelische Akademie juga tetap menjadi tempat yang sangat penting bagi kita. Tempat ini berdiri untuk dialog, keterbukaan, dan perjumpaan antara gereja, masyarakat, budaya, dan agama-agama. Terutama kegiatan Natal kita di sana telah menjadi perjumpaan yang penting secara ekumenis, interreligius, dan jemaat.

Karena itu, hubungan dengan Evangelische Akademie sedapat mungkin tetap dilanjutkan. Secara khusus, kegiatan pada tanggal 24 Desember di Evangelische Akademie serta tanggal 25 Desember dalam hubungan dengan Alte Nikolaikirche dan Evangelische Akademie tetap menjadi titik penting dalam tahun gerejawi kita.

Hari-hari ini bagi kita bukan hanya tanggal acara. Di sana orang dari berbagai asal, gereja, agama, dan pengalaman hidup dapat bertemu. Di sana terlihat bahwa jemaat kita tetap ingin membangun jembatan: antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Bahwa hubungan ini sedapat mungkin tetap dilanjutkan adalah tanda penting bagi kita: pusat kegiatan rutin jemaat memang berpindah, tetapi hubungan rohani dan ekumenis yang telah lama tumbuh dengan pusat kota Frankfurt tidak kita tinggalkan.


Apa yang kita sesalkan – dan apa yang tetap kita ikut tanggung

Kita merasa sedih dengan perkembangan ini. Kehadiran internasional kita yang tetap di Römerberg akan berubah. Sebagian dari kerja sama panjang di tempat itu tidak akan terlihat lagi dalam bentuk yang sama. Banyak kenangan, kebiasaan, dan jalan yang akrab terhubung dengan Saalgasse, Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie.

Pada saat yang sama, kita tidak hanya ingin melihat apa yang hilang. Kita juga melihat bahwa gereja secara keseluruhan menghadapi keputusan yang sulit. Gedung, ruangan, dan struktur harus diatur kembali. Tetapi proses seperti ini membutuhkan perhatian yang lebih sensitif terhadap jemaat internasional, karena arti jemaat seperti kita tidak dapat hanya dilihat dari jumlah anggota formal atau wilayah gereja klasik.

Langkah kita menuju Lutherkirche juga menjadi tanda: jemaat internasional dapat dan mau mengambil tanggung jawab. Tetapi jemaat internasional membutuhkan keterlibatan sejak awal, kesepakatan yang dapat dipercaya, dan keadaan yang sungguh memperhatikan bentuk khusus kehidupan jemaatnya.


Langkah untuk menjaga masa depan jemaat

Kirchenvorstand memahami perpindahan ke Lutherkirche sebagai pengaturan baru yang diperlukan untuk kehidupan ruang jemaat. Tujuannya adalah menstabilkan pekerjaan jemaat, membuat proses organisasi menjadi lebih sederhana, dan memberi dasar yang dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang.

Ibadah rutin, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, dan ruangan pendukung yang diperlukan akan lebih dekat dalam satu tempat. Dengan demikian, jemaat dapat melanjutkan pekerjaannya dalam keadaan baru secara dapat dipercaya, terlihat, dan bertanggung jawab.

Pfarrwohnung di Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen tidak terkena perubahan ini dan tetap berada di tempat yang sama.


Antara perpisahan dan awal baru

Perpindahan ke Lutherkirche adalah langkah yang besar bagi kita. Ini berarti berpisah dari jalan dan tempat yang sudah lama akrab. Ini berarti mengatur ulang banyak hal, banyak percakapan, dan juga beban emosional.

Tetapi ini juga berarti awal baru. Kita terus berjalan sebagai Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, sebagai Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main dalam EKHN, sebagai jembatan antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara asal-usul, masa kini, dan masa depan.

Kita menjalani jalan ini dengan syukur atas apa yang telah bertumbuh di pusat kota Frankfurt. Kita juga menjalaninya dengan rasa sedih bahwa jemaat internasional tidak cukup dipikirkan sejak awal dalam proses-proses ini. Dan kita menjalaninya dengan harapan bahwa pengalaman ini akan membawa perhatian yang lebih baik terhadap jemaat internasional di masa depan.

Kita tidak meninggalkan sejarah kita. Kita merespons keadaan yang berubah untuk menjaga masa depan kita – dan untuk tetap menjadi rumah rohani bagi orang Kristen berbahasa Indonesia, orang dengan latar belakang Indonesia-Jerman, dan orang Kristen internasional di wilayah Rhein-Main.


Informasi lebih lengkap tentang sejarah jemaat kita dapat dibaca dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ .

Foto dan video lainnya dapat dilihat di kanal media sosial kami: Instagram, Facebook dan YouTube.



Cookies make it easier for us to provide you with our services to EIKG / JKI. With the usage of our services you permit us to use cookies. Your settings will be saved for 365 days.