Di dalam blog ini tersedia pengumuman dan informasi terbaru.
Datum: Sonntag, den 01. Juli 2018
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext aus 1. Mose 12, 1-4Abrams Berufung und Zug nach Kanaan
Und der HERR sprach zu Abram: Geh aus deinem Vaterland und von deiner Verwandtschaft und aus deines Vaters Hause in ein Land, das ich dir zeigen will. 2 Und ich will dich zum großen Volk machen und will dich segnen und dir einen großen Namen machen, und du sollst ein Segen sein. 3 Ich will segnen, die dich segnen, und verfluchen, die dich verfluchen; und in dir sollen gesegnet werden alle Geschlechter auf Erden.
(Lutherbibel 2017)
4 Da zog Abram aus, wie der HERR zu ihm gesagt hatte, und Lot zog mit ihm. Abram aber war fünfundsiebzig Jahre alt, als er aus Haran zog.
Ehrenamtlicher Dienst zum fünften Sonntag nach Trinitatis mit Abendmahl
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Musik: Herr Leandro Christian
Bibellesung: Herr Fahmy Immanuel
Abendmahl: Kirchenvorstand
Kindergottesdienst: Frau Yesica Balondo und Frau Tyagita Hidayat
Abkündigung: Frau Riany Lengkong
Verpflegung: Puji Syukur
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
----------------
Tanggal: Minngu, 01 Juli 2018
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Kotbah dari Kejadian 12, 1-4Abram dipanggil Allah
Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Pemberitahuan Pelayanan Hari minggu lima setelah Trinitatis dengan Perjamuan Kudus
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Musik: Sdr Leandro Christian
Pembacaan Alkitab: Sdr Fahmy Immanuel
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Sekolah Minggu: Ibu Yesica Balondo, Sdri Tyagita Hidayat
Berita Jemaat: Sdri Riany Lengkong
Konsumsi: Puji Syukur
Kunci: Ibu Pdt. Junita Rondonuwu Lasut
Mengapa kerjasama sangat penting? Dialog antar agama adalah central dalam pelayanan jemaat kami. Karena melalui dialog kami telah ikut terlibat dalam perdamaian antar agama di Indonesia. Juga dalam konteks kota Frankfurt, kerjasama dan dialog yang hidup antar kristen dan Muslim sangat penting, justru ditengah-tengah maraknya perkembangan anti orang asing dan anti Islam ditengah masyarakat jerman.
Bagi kami beberapa hal penting dalam rangka dialog adalah sebagai berikut:
Proses dialog mesti berlangsung secara setara.
Kedua pihak harus menunjukkan identitas yang jelas, terbuka dan jujur.
Dialog mesti dilaksanakan berdasarkan kesamaan bahasa dan kebudayaan. Pada konteks ini saling respek dan saling menghormati sangat besar artinya.
Dalam dialog kedua belah pihak bisa menggunakan kesempatan itu untuk menemukan persamaan dan menentukan posisi dan sikap bersama.
Perbedaan tidak boleh disingkirkan, melainkan dibicarakan dan dijelaskan dalam bingkai kerja sama persaudaraan. Kedua belah pihak tidak selalu harus setuju.
Tujuan dari dialog adalah untuk membentuk basis saling percaya, saling belajar satu sama lain, untuk mengklarifikasi kesalahpahaman, untuk membangun pemahaman bersama dan jika mungkin bisa bekerja sama.
Kami mengupayakan hubungan kerjasama yang baik dan tukar menukar pengalaman, sehingga membuat anggota Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main dan anggota jemaah Masyarakat Muslim Indonesia di Frankfurt semakin dekat, ada saling pengertian dan kerja sama untuk pelayanan kepada orang-orang yang butuh bantuan.
Indonesisch-Moslemische Gemeinde in Frankfurt & Umgebung e.V.
Strahlenberger Weg 16
60599 Frankfurt am Main
https://www.masjidindonesia.de
Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main
Saalgasse 15-17
60311 Frankfurt am Main
https://www.jki-rhein-main.de
Kementerian Luar Negeri Jerman bekerjasama dengan Finlandia dan menggelar Forum Dialog "Tanggung Jawab Agama Membangun Perdamaian". Berikut wawancara singkat DW dengan salah satu peserta, Prof. Dr. Siti Musdah Mulia.
Lokakarya bertema "Tanggung Jawab Agama Membangun Perdamaian" diadakan pemerintah Jerman berkolaborasi dengan pemerintah Finlandia di Berlin, 18-20 Juni 2018. Seminar ini menghadirkan lebih dari 80 peserta dari berbagai negara Asia. Mereka adalah wakil dari para pemuka agama di Asia dan para pimpinan organisasi lintas iman dan dialog agama. DW mewawancarai Prof. Siti Musdah Mulia dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), salah satu peserta dari Indonesia yang diundang ke Berlin.
DW: Apa saja tema yang dibahas di Berlin dan bagaimana kesan Anda selama acara berlangsung?
Musdah Mulia: Ada empat isu utama yg dibahas: Pemuka agama sebagai aktor perdamaian dan mediasi, wajah agama di media dan ruang publik, agama dan pendidikan damai, dan isu agama, gender dan perdamaian.
Semua peserta sepakat bahwa perdamaian adalah jawaban dan solusi satu-satunya bagi semua kemelut yg mengambil bentuk konflik agama dan sosial yg melanda berbagai komunitas agama di mana pun. Perdamaian harus diupayakan dengan serius dan dengan cara-cara yang melibatkan semua elemen masyarakat, khususnya para pemuka agama, dan dilakukan secara sistemik dimulai dari ruang keluarga di tingkat yg paling dasar.
Pesan intinya: Jangan pernah lelah merajut damai sebab inti perdamaian adalah kasih sayang dan keadilan yang berujung dengan memanusiakan manusia.
Bagaimana sebenarnya kondisi dialog agama di Indonesia saat ini?
Kondisi dialog antar agama di Indonesia sedang mendapat tantangan besar akibat menguatnya fundamentalisme selama 10 tahun terakhir, khususnya di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab SBY terkesan melakukan pembiaran terhadap berkembangnya radikalisme yangg melahirkan sikap dan tindakan intoleransi dalam bentuk kebencian terhadap kelompok minoritas agama di Indonesia.
Lalu apa kontribusi atau contoh konkret yang bisa disampaikan dari Indonesia dalam acara dialog agama in?
Saya menjelaskan pengalaman organisasi kami melakukan Peace Education di tingkat keluarga. Semacam pendidikan damai buat para ibu dan bapak untuk mendidik anak-anak. Artinya, pendidikan damai harus dimulai dari tingkat keluarga di rumah tangga. Selain itu, saya juga menyampaikan pengalaman mengadvokasi kebijakan publik agar berbagai peraturan tidak mengandung unsur-unsur diskriminatif terhadap keluarga minoritas dan tertinggal.
http://www.dw.com/id/musdah-mulia-jangan-pernah-lelah-merajut-perdamaian/a-44381306
Reisten wir früher für ökumenische Begegnungen und Erfahrungen in die Ferne, haben wir heute ökumenische Partner vor Ort, die bleiben. Wie verändert sich damit die „weltweite Ökumene“, der Blick auf „unser“ Christentum und den partnerschaftlichen Ansatz der ökumenischen Bewegung?
Wer findet sich unter den neuen Nachbarn? Bieten sich gemeinsam genutzte Räume, Gemeindehäuser und Kirchen für ökumenische Begegnungen an? Welche Interessen verbinden sich für die Beteiligten damit?
Als einer unserer Mitgliedsgemeinden wird Frank Madrikan von der Ev. Indonesischen Kristusgemeinde Rhein-Main, am Samstag um ca. 16:30 Uhr aus einem innerevangelischen Ökumenemodell berichten.
Leitung
Tagung
31. August – 2. September 2018Evangelische Tagungsstätte Hofgeismar
Gesundbrunnen 8
34369 Hofgeismar
Anmeldung: Tagungsnummer 18050
Schriftlich erbeten bis zum 24. August 2018: Sie erleichtern uns die Anmeldung, wenn Sie sich frühzeitig anmelden.
Evangelische Akademie
Gesundbrunnen 11
34369 Hofgeismar
Fax: 05671/881-154
Per E-Mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Im Internet: www.akademie-hofgeismar.de
www.facebook.com/akademiehofgeismar
Der Abschluss einer Reiserücktrittsversicherung wird empfohlen.
Telefonische Auskunft: 05671/881-122
Frau Bochum, 8.30 – 12.30 UhrTagungskosten
€ 179,00 Tagungsbeitrag/Vollverpflegung/Einzelzimmer
€ 167,00 Tagungsbeitrag/Vollverpflegung/Zweibettzimmer
€ 109,00 Tagungsbeitrag/Verpflegung o. Frühstück
€ 65,00 Tagungsbeitrag
SchülerInnen/Studierende/Auszubildende bis 35 Jahre erhalten 50 % Ermäßigung. Nicht in Anspruch genommene Leistungen werden nicht erstattet.
Alle Preise werden aus kirchlichen Mitteln subventioniert. Weitere Ermäßigungen aus sozialen Gründen können in Ausnahmefällen gewährt werden.
Die Tagungskosten sind bei Anreise zu begleichen (Barzahlung oder EC-Karte).
Donwloads:
Flyer
Anmeldekarte
Datum: Sonntag, den 24. Juni 2018
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext aus 1. Petrus 3, 8-12Mahnungen an die ganze Gemeinde
Endlich aber seid allesamt gleich gesinnt, mitleidig, brüderlich, barmherzig, demütig. 9 Vergeltet nicht Böses mit Bösem oder Scheltwort mit Scheltwort, sondern segnet vielmehr, weil ihr dazu berufen seid, auf dass ihr Segen erbt. 10 Denn »wer das Leben lieben und gute Tage sehen will, der hüte seine Zunge, dass sie nichts Böses rede, und seine Lippen, dass sie nicht betrügen. 11 Er wende sich ab vom Bösen und tue Gutes; er suche Frieden und jage ihm nach. 12 Denn die Augen des Herrn sehen auf die Gerechten, und seine Ohren hören auf ihr Gebet; das Angesicht des Herrn aber sieht auf die, die Böses tun.«
Ehrenamtlicher Dienst zum 4. Sonntag nach Trinitatis
Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgie: Herr Viktor Aritonang
Musik: Herr Leandro Christian
Bibellesung: Herr Michael Hizkia
Kindergottesdienst: Frau Riany Lengkong und Frau Inke Rondonuwu
Abkündigung: Herr Jens Balondo
Verpflegung: Damai sejahtera
Schlüsseldienst: Herr Frank Madrikan
----------------
Tanggal: Minggu, 24 Juni 2018
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dari 1. Petrus 3, 8-12Kasih dan damai
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”
Pemberitahuan Pelayanan Hari Minggu Keempat setelah Trinitatis
Khotbah: Pendeta Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgi: Sdr Viktor Aritonang
Musik: Sdr Leandro Christian
Pembacaan Alkitab: Sdr Michael Hizkia
Sekolah Minggu: Sdri Riany Lengkong, Sdri Inke Rondonuwu
Berita Jemaat: Bpk Jens Balondo
Konsumsi: Damai sejahtera
Kunci: Bpk Frank Madrikan