Di dalam blog ini tersedia pengumuman dan informasi terbaru.
Datum: Sonntag, der 17. Mai 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausJeremia 31, 31–34
Siehe, es kommt die Zeit, spricht der HERR, da will ich mit dem Hause Israel und mit dem Hause Juda einen neuen Bund schließen, 32 nicht wie der Bund gewesen ist, den ich mit ihren Vätern schloss, als ich sie bei der Hand nahm, um sie aus Ägyptenland zu führen, mein Bund, den sie gebrochen haben, ob ich gleich ihr Herr war, spricht der HERR; 33 sondern das soll der Bund sein, den ich mit dem Hause Israel schließen will nach dieser Zeit, spricht der HERR: Ich will mein Gesetz in ihr Herz geben und in ihren Sinn schreiben, und ich will ihr Gott sein und sie sollen mein Volk sein. 34 Und es wird keiner den andern noch ein Bruder den andern lehren und sagen: »Erkenne den HERRN«, denn sie sollen mich alle erkennen, beide, Klein und Groß, spricht der HERR; denn ich will ihnen ihre Missetat vergeben und ihrer Sünde nimmermehr gedenken.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik
Ehrenamtlicher Dienst zu Exaudi
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Clarissa Mboeik
Medien Technik: Jose Sutama
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Puji Syukur
Unsere Kontodaten für Kollekten und Spenden können aus unserer Webseite entnommen werden.
Ganz wichtig! Bei Onlineüberweisungen bitte nicht vergessen den Verwendungszweck RT1623 / [Datum] anzugeben.
Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariYeremia 31, 31–34
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik
Pelayanan sukarela pada hari Minggu - Exaudi
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Clarissa Mboeik
Media Teknik: Jose Sutama
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Puji Syukur
Data rekening kami untuk kolekte dan persembahan dapat dilihat di website kami.
Sangat penting! Untuk transfer online, jangan lupa menulis tujuan pembayaran RT1623 / [Tanggal].
Kita terus berjalan – bukan karena langkah ini mudah, tetapi karena kita ingin membangun masa depan jemaat yang dapat berjalan dengan baik dalam keadaan yang berubah.
– Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, menuju perpindahan ke Lutherkirche
Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main memasuki satu tahap baru pada tahun 2026. Setelah bertahun-tahun berada di pusat kota Frankfurt, di sekitar Römerberg, Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie, pusat kegiatan rutin jemaat kita akan berpindah ke Lutherkirche di Frankfurt Nordend.
Langkah ini bukan berarti kita dengan bebas meninggalkan sejarah kita di Römerberg. Ini adalah jawaban terhadap perubahan keadaan: perubahan ruangan, bangunan, dan struktur gereja. Kirchenvorstand kita telah membicarakan dan mempertimbangkan langkah ini dengan sungguh-sungguh. Dari proses itu menjadi jelas: jemaat kita tidak meninggalkan sejarahnya, tetapi mencari jalan yang dapat dipercaya untuk masa depan.
Kita juga ingin menjelaskan langkah ini dengan terbuka. Kita memahami bahwa EKHN dan Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach menghadapi banyak tantangan dalam proses EKHN 2030. Kita mengerti bahwa gedung, ruangan, dan struktur gereja harus diatur kembali. Tetapi kita juga mengalami bahwa jemaat internasional dan kebutuhan khususnya tidak cukup diperhatikan sejak awal dan tidak cukup dilibatkan pada waktu yang tepat.
Alte Nikolaikirche di Römerberg, ruangan-ruangan di sekitar Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, dan Evangelische Akademie tidak pernah hanya menjadi tempat fungsional bagi jemaat kita. Tempat-tempat ini menjadi bagian dari identitas rohani, ekumenis, dan persekutuan kita.
Hubungan panjang dengan St. Paulsgemeinde sangat membentuk jemaat kita. Selama bertahun-tahun kita dapat menghidupkan ruangan bersama, membuka perjumpaan, dan ikut memberi kehidupan gerejawi di pusat kota Frankfurt. Dari situ tumbuh bukan hanya pemakaian ruangan, tetapi kehidupan bertetangga yang nyata.
Kita sudah pernah menulis sejarah jemaat kita secara lebih lengkap dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ . Karena itu, artikel ini tidak ingin mengulang semua sejarah secara rinci. Artikel ini lebih ingin menjelaskan: Mengapa kita perlu pindah? Apa yang kita bawa dari sejarah kita? Apa yang kita tinggalkan? Dan bagaimana kita ingin melanjutkan kehidupan jemaat dalam keadaan yang baru?
Sejarah ini tetap penting bagi kita. Sejarah ini menunjukkan bahwa jemaat internasional bukan hanya memakai ruangan gereja. Jemaat internasional juga ikut membentuk kehidupan gereja. Mereka membawa bahasa, budaya, iman, pengalaman ekumenis, dan perspektif internasional ke dalam gereja.
Salah satu alasan penting adalah rencana berakhirnya pemakaian dan pembongkaran ruangan yang selama ini dipakai di sekitar Saalgasse. Di sana ada ruangan penting untuk kantor jemaat, persiapan, perlengkapan, penyimpanan, dan pekerjaan organisasi. Di masa depan, pemakaian seperti dulu tidak lagi dapat dijamin.
Selain itu, dalam proses konsep gedung Nachbarschaftsräume dan pembagian A-, B- dan C-Flächen, muncul keadaan baru. Walaupun jemaat kita sebagai Personalgemeinde internasional tidak masuk ke struktur Nachbarschaftsraum seperti gereja parokial biasa, proses itu tetap berdampak langsung pada kebutuhan ruangan kita.
Kirchenvorstand melihat bahwa jemaat kita terlambat dilibatkan dalam keputusan dan proses sebelumnya. Yang terasa berat adalah bahwa perubahan di sekitar Saalgasse dan juga masa depan pemakaian yang selama ini dapat dipercaya di Hinter dem Lämmchen sudah berjalan jauh, sebelum bersama jemaat kita dicari solusi yang cukup sesuai.
Hal ini menimbulkan rasa kecewa dan tidak puas. Bukan karena kita menolak perubahan, tetapi karena jemaat internasional sering tidak cocok dengan pola perencanaan yang biasa. Jemaat seperti kita mungkin mempunyai jumlah anggota formal yang lebih sedikit dibandingkan banyak gereja parokial, tetapi pada hari Minggu dan dalam kegiatan khusus kita menjangkau banyak orang dari seluruh Rhein-Main dan bahkan lebih jauh.
Dalam jemaat internasional, banyak kehidupan jemaat terkumpul pada hari Minggu. Ibadah adalah pusat rohani, tetapi tidak selesai begitu saja setelah berkat penutup. Pesan teologis dari khotbah dibawa ke dalam Gemeindetreff setelah ibadah. Di sana orang berbicara, makan bersama, bertanya, menolong, menerjemahkan, menjelaskan, menguatkan, memberi nasihat, dan hidup sebagai persekutuan.
Orang datang ke ibadah dan Gemeindetreff bukan hanya dari satu lingkungan kota. Mereka datang dari Frankfurt, Mainz, Hanau, Fulda, Lampertheim dan banyak tempat lain di wilayah Rhein-Main. Di sana bertemu generasi pertama, kedua dan ketiga, keluarga, anak muda, mahasiswa, tenaga kerja baru dari Indonesia, dan orang-orang yang merasa dekat dengan jemaat kita.
Karena itu, jemaat internasional tidak dapat hanya dinilai dengan ukuran yang sama seperti gereja parokial. Jika perencanaan terlalu kuat bergantung pada jumlah anggota formal, batas wilayah gereja, atau logika ruangan klasik, jemaat internasional mudah tertekan. Kehadiran nyata, pemakaian yang tinggi, arti budaya dan pastoral, serta fungsi sebagai jembatan antara asal-usul dan kehidupan baru perlu diperhatikan secara khusus.
Sampai sekarang, aturan khusus yang tidak dipikirkan sejak awal masih banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tetapi pengalaman ini juga menunjukkan bahwa gereja yang beragam membutuhkan struktur yang sungguh melihat bentuk jemaat internasional dan jemaat dengan pengalaman migrasi.
Setelah banyak pertimbangan, Kirchenvorstand melihat Lutherkirche sebagai solusi yang saat ini paling tepat dan paling dapat dipertanggungjawabkan untuk masa depan ruangan jemaat. Lutherkirche memberi kemungkinan untuk mengumpulkan bagian penting dari kehidupan jemaat di satu tempat: ibadah, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, serta ruangan pendukung yang diperlukan.
Dengan demikian, jemaat mendapat dasar yang lebih dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang. Jemaat tidak perlu lagi terlalu banyak berpindah atau berimprovisasi di beberapa tempat. Jalan, kesepakatan, dan tanggung jawab dapat menjadi lebih jelas. Ini penting karena kehidupan jemaat kita sangat bergantung pada hari Minggu yang terencana dengan baik.
Perpindahan ke Lutherkirche juga dibicarakan dalam hubungan dengan pertanyaan bagaimana ruangan gereja dapat tetap berada dalam pemakaian gerejawi. Dengan pemakaian C-Flächen di Lutherkirche, kebutuhan ruangan jemaat kita terhubung dengan tanggung jawab bersama. Kita ikut memberi kontribusi kepada Solidargemeinschaft Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach dan kepada kelanjutan pemakaian gerejawi di Lutherkirche.
Dalam waktu yang cukup singkat, kita kembali berhasil menemukan solusi yang tidak hanya membantu jemaat kita, tetapi juga mendukung tanggung jawab bersama atas ruang-ruang gereja. Ini penting bagi kita: kita bukan kasus khusus di luar gereja, tetapi bagian dari tanggung jawab gereja bersama.
Alte Nikolaikirche dan Römerberg tetap mempunyai arti rohani, sejarah, dan ekumenis yang sangat penting bagi jemaat kita. Tempat ini menjadi tanda kehadiran jemaat evangelis internasional di pusat kota Frankfurt selama bertahun-tahun. Banyak orang menghubungkan tempat ini dengan ibadah, perayaan, perjumpaan, kenangan pribadi, dan rasa bahwa jemaat Indonesia terlihat di tengah kota.
Karena itu, perpindahan ke Lutherkirche bukan berarti hubungan dengan Römerberg selesai. Yang berubah adalah pusat kegiatan rutin jemaat. Keadaan ruangan sebelumnya, terutama di sekitar Saalgasse dan Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, semakin sulit direncanakan dengan pasti. Dengan Lutherkirche, jemaat mendapatkan pusat baru untuk ibadah, kegiatan jemaat, perjumpaan, kantor jemaat, dan kebutuhan praktis lainnya.
Pada saat yang sama, bagi kita tetap penting bahwa hubungan rohani dan ekumenis dengan pusat kota Frankfurt tetap terlihat. Alte Nikolaikirche mengingatkan kita bahwa jemaat kita tidak hanya pernah memakai sebuah ruangan, tetapi juga ikut menghidupkan kehidupan gereja di Römerberg selama bertahun-tahun.
Evangelische Akademie juga tetap menjadi tempat yang sangat penting bagi kita. Tempat ini berdiri untuk dialog, keterbukaan, dan perjumpaan antara gereja, masyarakat, budaya, dan agama-agama. Terutama kegiatan Natal kita di sana telah menjadi perjumpaan yang penting secara ekumenis, interreligius, dan jemaat.
Karena itu, hubungan dengan Evangelische Akademie sedapat mungkin tetap dilanjutkan. Secara khusus, kegiatan pada tanggal 24 Desember di Evangelische Akademie serta tanggal 25 Desember dalam hubungan dengan Alte Nikolaikirche dan Evangelische Akademie tetap menjadi titik penting dalam tahun gerejawi kita.
Hari-hari ini bagi kita bukan hanya tanggal acara. Di sana orang dari berbagai asal, gereja, agama, dan pengalaman hidup dapat bertemu. Di sana terlihat bahwa jemaat kita tetap ingin membangun jembatan: antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Bahwa hubungan ini sedapat mungkin tetap dilanjutkan adalah tanda penting bagi kita: pusat kegiatan rutin jemaat memang berpindah, tetapi hubungan rohani dan ekumenis yang telah lama tumbuh dengan pusat kota Frankfurt tidak kita tinggalkan.
Kita merasa sedih dengan perkembangan ini. Kehadiran internasional kita yang tetap di Römerberg akan berubah. Sebagian dari kerja sama panjang di tempat itu tidak akan terlihat lagi dalam bentuk yang sama. Banyak kenangan, kebiasaan, dan jalan yang akrab terhubung dengan Saalgasse, Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie.
Pada saat yang sama, kita tidak hanya ingin melihat apa yang hilang. Kita juga melihat bahwa gereja secara keseluruhan menghadapi keputusan yang sulit. Gedung, ruangan, dan struktur harus diatur kembali. Tetapi proses seperti ini membutuhkan perhatian yang lebih sensitif terhadap jemaat internasional, karena arti jemaat seperti kita tidak dapat hanya dilihat dari jumlah anggota formal atau wilayah gereja klasik.
Langkah kita menuju Lutherkirche juga menjadi tanda: jemaat internasional dapat dan mau mengambil tanggung jawab. Tetapi jemaat internasional membutuhkan keterlibatan sejak awal, kesepakatan yang dapat dipercaya, dan keadaan yang sungguh memperhatikan bentuk khusus kehidupan jemaatnya.
Kirchenvorstand memahami perpindahan ke Lutherkirche sebagai pengaturan baru yang diperlukan untuk kehidupan ruang jemaat. Tujuannya adalah menstabilkan pekerjaan jemaat, membuat proses organisasi menjadi lebih sederhana, dan memberi dasar yang dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang.
Ibadah rutin, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, dan ruangan pendukung yang diperlukan akan lebih dekat dalam satu tempat. Dengan demikian, jemaat dapat melanjutkan pekerjaannya dalam keadaan baru secara dapat dipercaya, terlihat, dan bertanggung jawab.
Pfarrwohnung di Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen tidak terkena perubahan ini dan tetap berada di tempat yang sama.
Perpindahan ke Lutherkirche adalah langkah yang besar bagi kita. Ini berarti berpisah dari jalan dan tempat yang sudah lama akrab. Ini berarti mengatur ulang banyak hal, banyak percakapan, dan juga beban emosional.
Tetapi ini juga berarti awal baru. Kita terus berjalan sebagai Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, sebagai Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main dalam EKHN, sebagai jembatan antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara asal-usul, masa kini, dan masa depan.
Kita menjalani jalan ini dengan syukur atas apa yang telah bertumbuh di pusat kota Frankfurt. Kita juga menjalaninya dengan rasa sedih bahwa jemaat internasional tidak cukup dipikirkan sejak awal dalam proses-proses ini. Dan kita menjalaninya dengan harapan bahwa pengalaman ini akan membawa perhatian yang lebih baik terhadap jemaat internasional di masa depan.
Kita tidak meninggalkan sejarah kita. Kita merespons keadaan yang berubah untuk menjaga masa depan kita – dan untuk tetap menjadi rumah rohani bagi orang Kristen berbahasa Indonesia, orang dengan latar belakang Indonesia-Jerman, dan orang Kristen internasional di wilayah Rhein-Main.
Informasi lebih lengkap tentang sejarah jemaat kita dapat dibaca dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ .
Foto dan video lainnya dapat dilihat di kanal media sosial kami: Instagram, Facebook dan YouTube.
Datum: Sonntag, der 10. Mai 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausMatthäus 6, 5-15
Und wenn ihr betet, sollt ihr nicht sein wie die Heuchler, die gern in den Synagogen und an den Straßenecken stehen und beten, um sich vor den Leuten zu zeigen. Wahrlich, ich sage euch: Sie haben ihren Lohn schon gehabt. 6 Wenn du aber betest, so geh in dein Kämmerlein und schließ die Tür zu und bete zu deinem Vater, der im Verborgenen ist; und dein Vater, der in das Verborgene sieht, wird dir’s vergelten. 7 Und wenn ihr betet, sollt ihr nicht viel plappern wie die Heiden; denn sie meinen, sie werden erhört, wenn sie viele Worte machen. 8 Darum sollt ihr ihnen nicht gleichen. Denn euer Vater weiß, was ihr bedürft, bevor ihr ihn bittet. 9 Darum sollt ihr so beten: Unser Vater im Himmel! Dein Name werde geheiligt. 10 Dein Reich komme. Dein Wille geschehe wie im Himmel so auf Erden. 11 Unser tägliches Brot gib uns heute. 12 Und vergib uns unsere Schuld, wie auch wir vergeben unsern Schuldigern. 13 Und führe uns nicht in Versuchung, sondern erlöse uns von dem Bösen. [Denn dein ist das Reich und die Kraft und die Herrlichkeit in Ewigkeit. Amen.] 14 Denn wenn ihr den Menschen ihre Verfehlungen vergebt, so wird euch euer himmlischer Vater auch vergeben. 15 Wenn ihr aber den Menschen nicht vergebt, so wird euch euer Vater eure Verfehlungen auch nicht vergeben.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfr. David Tulaar (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag – Rogate
Liturgie: Viktor Aritonang
Kindergottesdienst: Yesica Balondo, Maresa Pakpahan
Schriftlesung: Ribkah Magdalena
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Jens Balondo
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Sukacita
Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariMatius 6:5-15
”Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. David Tulaar (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pelayanan sukarela pada hari Minggu Rogate
Liturgi: Viktor Aritonang
Ibadah Anak: Yesica Balondo, Maresa Pakpahan
Pembacaan Alkitab: Ribkah Magdalena
Media Teknik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Jens Balondo
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Sukacita
Datum: Sonntag, 03.05.2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext aus2. Chronik 5, 2-5.12-14
Damals versammelte Salomo die Ältesten Israels und alle Oberhäupter der Stämme in Jerusalem, damit die Lade des Bundes des HERRN in den Tempel hinaufgebracht würde. 3 Alle Männer Israels kamen beim Fest zum König zusammen. 4 Als alle Ältesten Israels gekommen waren, nahmen die Leviten die Lade auf. 5 Sie brachten die Lade, das Zelt der Begegnung und die heiligen Geräte in den Tempel hinauf. 12 Alle levitischen Sänger und Musiker standen bereit mit Zimbeln, Harfen und Lauten, und mit ihnen Priester mit Trompeten. 13 Sie lobten den HERRN wie aus einem Mund; und als Gesang und Instrumente erklangen, wurde das Haus des HERRN von einer Wolke erfüllt. 14 Die Priester konnten wegen der Wolke nicht weiter dienen, denn die Herrlichkeit des HERRN erfüllte das Haus Gottes.
(Sinngemäße Wiedergabe nach 2. Chronik 5, 2-5.12-14; für den offiziellen Wortlaut bitte Lutherbibel 2017 einfügen.)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag – Kantate
Liturgie: Riany Lengkong
Schriftlesung: Niklas Balondo
Abendmahl: Kirchenvorstand
Medien Technik: Inke Rondonuwu
Abkündigung: Marsha Marcelina
Schlüsseldienst: Marsha Marcelina
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Anugerah
Folgende Vorbereitungen können Sie für die Teilnahme zum Abendmahl von zu Hause aus treffen.
Vorbereitungen zum Abendmahl:
Glas und Wein:
1. Bereiten Sie Gläschen entsprechend der Anzahl der Abendmahlteilnehmer vor. Wenn keine Gläschen vorhanden sind, können Sie auch normale Trinkwassergläser verwenden.
2. Bereiten Sie den Wein vor. Optional können Sie auch einen Traubensaft oder sonstige Säfte verwenden.
3. Stellen Sie alles auf dem Tisch bereit.
Brot:
1. Das Brot kann Toast oder auch normales Brot sein.
2. Das Brot kann in rechteckige Stückchen geschnitten oder zerbrochen werden.
Abendmahltisch:
Stellen Sie alles, was Sie für das Abendmahl brauchen, auf den Tisch. Wenn vorhanden, können Sie ebenfalls Kerzen und einen Kreuz aufstellen.
Tanggal: Minggu, 03.05.2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dari2 Tawarikh 5:2-5, 12-14
Pada waktu itu Salomo mengumpulkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku di Yerusalem untuk membawa Tabut Perjanjian TUHAN ke dalam Bait Allah. 3 Semua orang Israel berkumpul kepada raja pada hari raya itu. 4 Setelah semua tua-tua Israel datang, orang Lewi mengangkat tabut itu. 5 Mereka membawa tabut, Kemah Pertemuan, dan segala perlengkapan kudus ke dalam Bait Allah. 12 Semua penyanyi dan pemain musik dari suku Lewi berdiri dengan ceracap, gambus, kecapi, dan para imam meniup nafiri. 13 Mereka memuji TUHAN bersama-sama dengan satu suara; lalu rumah TUHAN dipenuhi awan. 14 Para imam tidak dapat terus melayani, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.
(Parafrase berdasarkan 2 Tawarikh 5:2-5, 12-14; untuk teks resmi silakan masukkan dari Alkitab Terjemahan Baru 1974.)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pemberitahuan Pelayanan pada hari Minggu – Kantate
Liturgi: Riany Lengkong
Pembacaan Alkitab: Niklas Balondo
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Media Tehnik: Inke Rondonuwu
Berita Jemaat: Marsha Marcelina
Kunci: Marsha Marcelina
Persiapan pertemuan Jemaat: Grup Anugerah
Dibawah ini petunjuk untuk Perjamuan Kudus dirumah pada hari Minggu
Perlengkapan yang disiapkan
Gelas dan Anggur:
1. Siapkan sloki sesuai dengan jumlah peserta perjamuan. Jika tidak ada sloki, pakai gelas weine. Jika tidak ada gelas weine, boleh pakai gelas air minum biasa.
2. Siapkan anggur (Wein). Jika tidak ada Wein boleh gunakan trauben saft. Jika tidak ada traubensaft boleh pakai saft apa saja.
3. Tuangg Weine atau saft kedalam sloki atau gelas secukupnya.
Roti:
1. Roti boleh roti Toast atau roti biasa.
2. Roti boleh dipotong segi empat teratur, atau dicabik (dipecahkan).
Meja Perjamuan:
Taruh peralatan perjamuan Kudus diatas meja. Pasang lilin, khiasan salib (kalau ada).
Datum: Sonntag, der 26. April 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausJohannes 15, 1-8
Jesus sagt: Ich bin wie der wahre Weinstock, und mein Vater sorgt als Weingärtner für ihn. 2 Er nimmt die Reben weg, die keine Frucht tragen, und die Reben, die Frucht bringen, schneidet er zurück, damit sie noch mehr Frucht bringen. 3 Ihr seid durch das Wort, das ich zu euch gesprochen habe, schon gereinigt. 4 Bleibt mit mir verbunden, und ich bleibe mit euch. Eine Rebe kann nicht aus sich selbst Frucht bringen, wenn sie nicht am Weinstock bleibt. 5 Ich bin der Weinstock, ihr seid die Reben. Wer in mir bleibt und ich in ihm, bringt viel Frucht; denn getrennt von mir könnt ihr nichts tun. 6 Wer nicht in mir bleibt, wird wie eine abgeschnittene Rebe trocken und weggeworfen; solche Reben sammelt man und wirft sie ins Feuer. 7 Wenn ihr in mir bleibt und meine Worte in euch bleiben, dann dürft ihr bitten, worum ihr wollt, und es wird euch gegeben werden. 8 Dadurch wird mein Vater geehrt, dass ihr viel Frucht bringt und euch als meine Jünger erweist.
(sinngemäß nach Joh 15,1-8)
Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zu Jubilate
Liturgie: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut
Kindergottesdienst: Inke Rondonuwu, Loraine Rebecca
Schriftlesung: Angelica Mboeik
Medien Technik: Jose Sutama
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Damai Sejahtera
Tanggal: Minggu, 26 April 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariYohanes 15:1-8
Yesus berkata: Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Ku adalah pengusahanya. 2 Setiap ranting yang tidak menghasilkan buah dipotong, sedangkan ranting yang berbuah dibersihkan supaya menghasilkan lebih banyak buah. 3 Kamu sudah dibersihkan oleh firman yang telah Kusampaikan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri jika tidak tinggal pada pokok anggur. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Siapa yang tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan menghasilkan banyak buah; sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Siapa yang tidak tinggal di dalam Aku akan menjadi kering seperti ranting yang dibuang; lalu ranting-ranting itu dikumpulkan dan dibakar. 7 Jika kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa yang kamu kehendaki, maka itu akan diberikan kepadamu. 8 Bapa-Ku dipermuliakan ketika kamu menghasilkan banyak buah dan menunjukkan bahwa kamu adalah murid-murid-Ku.
(parafrasa bebas dari Yoh 15:1-8)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pelayanan sukarela pada hari Minggu Jubilate
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Ibadah Anak: Inke Rondonuwu, Loraine Rebecca
Pembacaan Alkitab: Angelica Mboeik
Media Teknik: Jose Sutama
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Damai Sejahtera